Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port? | Lanjut'in

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Mode Gelap

Sabar Bos Tunggu Hingga 100% Kemudian Klik Tombol "Get Link"


Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port? - Halo sahabat Lanjut'in tercinta dimanapun kalian berada, Pada Artikel yang Saudara/i baca kali ini dengan judul Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk Saudara baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat Saudara/i pahami. baiklah, selamat membaca.

Baca juga


Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Pertanyaan ini mungkin muncul ketika kita ingin membuat beberapa interface pada mikrotik untuk menjadi satu segment. Ada beberapa pilihan cara yang bisa kita gunakan, diantaranya yaitu bisa menggunakan teknik Bridging atau menggunakan Switching memanfaatkan mode Master port dan Slave Port. Keduanya memberikan hasil yang seakan sama, namun sebenarnya ada perbedaan nya.

Switching Master/Slave Port

 

Konfigurasi Switching Master/Slave Port menggunakan chip khusus switching yang tertanam pada RouterBoard, sehingga tidak membebani CPU. Mikrotik tidak akan mendapatkan beban terlalu besar dari switching pada CPU nya walaupun traffik yang lewat sangat tinggi. Ilustrasinya seperti pada gambar di atas. Dari gambar ilustrasi di atas dapat dilihat bahwa eth2 bertindak sebagai Master Port dan eth3-5 sebagai Slave Port yang menggunakan switching chip.

Kemampuan Port Switching ini berbeda-beda untuk tiap switching chip yang tertanam pada RouterBoard. 

Bridging Port

 

Dengan melakukan bridging, kita bisa menggabungkan beberapa interface yang berbeda menjadi satu segmant misalnya interface ethernet dengan wireless, dimana hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan metode Switcing Master/Slave port. Selain itu dengan bridging kita bisa menerapkan firewall filter rule, dimana pada switching tidak bisa dilakukan, kecuali pada Mikrotik Cloud Router Switch (CRS).



Dengan menggunakan bridge kita dapat menanggulangi network loop dengan mudah, yakni menggunakan protocol STP (Spanning Tree Protocol) dan RSTP (Rapid Spanning Tree Protocol).

Jadi pada intinya kedua metode tersebut sama saja, hanya bedanya pada kecepatan vs fitur. Kalau spesifikasi mikrotik anda sudah tinggi, dan traffic gak terlalu besar, bisa pakai bridge saja. Tapi jika sebaliknya mendingan pakai switching.


Demikianlah Artikel Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port?

Sekianlah artikel Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port? kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk Saudara/i semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Saudara sekarang membaca artikel Pilih Bridging atau Switching Master/Slave Port? dengan alamat link https://koplaan.blogspot.com/2016/03/pilih-bridging-atau-switching.html


Sabar Bos Tunggu Hingga Muncul Tombol "Go to Link" Kemudian Klik

Diberdayakan oleh Blogger