Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam | Lanjut'in

Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam

Mode Gelap

Sabar Bos Tunggu Hingga 100% Kemudian Klik Tombol "Get Link"


Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam - Halo sahabat Lanjut'in tercinta dimanapun kalian berada, Pada Artikel yang Saudara/i baca kali ini dengan judul Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk Saudara baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat Saudara/i pahami. baiklah, selamat membaca.

Baca juga


Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam

Dalam agama Islam, ada beberapa binatang yang mempunyai ke istimewaan, salah satunya yaitu kucing. Kucing menjadi binatang yang hidup berdampingan dengan insan sebab parasnya yang lucu dan menggemaskan. Bukan hanya parasnya saja yang lucu, tetapi kucing juga di istimewakan berdasarkan agama Islam.


Siapa sih yang tak kenal binatang satu ini? Hewan yang lucu dan juga menggemaskan ini banyak di temui di perumahan. Karena sifatnya yang tidak merugikan pemilik rumah, kucing menjadi binatang peliharaan banyak orang. 

Tetapi ternyata tidak semua orang menyukai adanya kehadiran binatang lucu ini. Di salah satu tempat (yang niscaya bukan di Negeri kita) Justru kucing dianggap sebagai sihir setan atau binatang pembawa bencana. 

Sungguh disayangkan, pada masa periode kegelapan terjadilah pemusnahan besar-besaran di tempat tersebut terhadap binatang lucu satu ini.  Karena dianggap penyebab wabah penyakit. 

Pemusnahan besar-besaran ini hingga menyebar ke benua Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat ketika itu dianggap sebagai kutukan  yaitu jenis penyakit PES yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator. 

Kucing juga merupakan salah satu binatang kesayangan Rosulullah SAW. Karena didalam perkembangan peradaban Islam, kucing hadir sebagai sobat sejati dalam setiap nafas dan gerak gerik perkembangan agama Islam. 

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan pada ketika Aisyah ditinggal pergi oleh si kucing kesayangan. 

 Bahkan ada seorang teman yang juga mahir hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah yaitu "bapak para kucing jantan" sebab kegemarannya dalam merawat dan memelihara banyak sekali kucing jantan dirumahnya.

Kisah Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya (Muezza)
Seperti yang sudah diketahui diatas bahwa Rosulullah SAW juga penyayang kucing, diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW mempunyai seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, disaat nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. 

Tak ingin mengganggu binatang kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya.

Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke tubuh mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam acara lain, setiap kali Nabi mendapatkan tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong Mueeza dan di taruh dipahanya. 

Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seperti suaranya terdengar menyerupai mengikuti lantunan bunyi adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk mencintai kucing peliharaan, layaknya mencintai keluarga sendiri. 

Hukuman bagi orang yang membunuh Kucing
Ternyata adapun eksekusi bagi mereka yang menyakiti binatang lucu ini dan itu sangatlah serius, Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. Bahwa Rasulullah SAW, bersabda:
Seorang perempuan disiksa sebab mengurung seekor kucing hingga mati. Kemudian perempuan itu masuk neraka karenanya, yaitu sebab ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah. (Shahih Muslim No.4160)

Dan dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah.

Keistimewaan Kucing
Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu memakai air bekas minum kucing sebab dianggap suci.

Kenapa Rasulullah SAW berani menyampaikan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada tubuh kucing tidak terdapat najis? Dibawah ini ada beberapa  pandangan ilmu kedokteran terhadap kucing.

Menurut pandangan ilmu kodokteran
Hasil Penelitian Laboratorium:
Telah dilakukan banyak sekali penelitian terhadap kucing dan banyak sekali perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, menyerupai pimggung, penggalan dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. 

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan pola (sample) dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Selain itu, diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam verbal dan mengusap lidah. Hasil yang mereka dapatkan sebagai berikut:
  1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan memperlihatkan hasil negatif sekitar 80% jikalau dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yang diambil dari permukaan pengecap memperlihatkan hasil negatif.
  4. Kuman yang ditemukan ketika proses penelitian dilakukan berasal dari kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berasal dari kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh insan dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  5. Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

Berbagai sumber yang sanggup mendapatkan amanah dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak mempunyai kuman dan mikroba. Liurnya higienis dan membersihkan.

Komentar Para Dokter yang Bergelut dalam Bidang Kuman
  • Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada pengecap kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
  • Setelah melaksanakan penelitian terhadap banyak sekali cairan untuk membandingkan liur manusia, anjing, dan kucing, Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, kemudian insan mempunyai seperempat dari anjing, kemudian pada kucing terdapat setengah dari kuman manusia. 
  • Dokter binatang di rumah sakit binatang Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing mempunyai perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

Kucing tidak menyukai air
Kenapa kucing tidak menyukai air? Ini sebab air tempat yang sangat subur untuk tumbuhnya bakteri, terlebih lagi pada air yang tergenang. Kucing menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia menjauh dari panas matahari, tidak akrab dengan air. Tujuannya biar kuman tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing. (Sumber: m.kaskus)

Nah itulah keistimewaan kucing berdasarkan islam dan juga berdasarkan pandangan ilmu kedokteran. Semoga dengan postingan ini sanggup menambah pengetahuan dan semakin sayang terhadap kucing. 

Wassalam...


Demikianlah Artikel Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam

Sekianlah artikel Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk Saudara/i semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Saudara sekarang membaca artikel Keistimewaan Kucing Berdasarkan Islam dengan alamat link https://koplaan.blogspot.com/2018/09/keistimewaan-kucing-berdasarkan-islam.html


Sabar Bos Tunggu Hingga Muncul Tombol "Go to Link" Kemudian Klik

Diberdayakan oleh Blogger